bagaimana seharusnya pemuda indonesia menyikapi sumpah pemuda pada saat ini

Dilihatdari beberapa peristiwa sejarah yang penting untuk dikenang tersebut, memang dapat disimpulkan bahwa peran pemuda dalam mencapai suatu kemerdekaan Indonesia menjadi suatu titik awal dari peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini juga membuktikan bahwa pemuda menjadi suatu tonggak bagi bangsa Indonesia dalam masa pembangunan 6 Menjalankan Pancasila dan peraturan lainnya. Cara menghargai jasa pahlawan yang akan dibahas dalam ulasan kali ini yang terakhir adalah dengan selalu menjalankan Pancasila atau memahami makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selalu senantianya pula dalam menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peraturan agaman, maupun Ketikadihantam badai Covid-19, masyarakat China saling menguatkan patuh pada instruksi pihak otoritas dengan mengatakan "Wuhan, jiayou", yang artinya "Wuhan, kamu pasti bisa". Dan, setelah berhasil melokalisasi virus corona, masyarakat China khususnya Wuhan memberi penghormatan yang tulus kepada tenaga medis, petugas keamanan dan para relawan Aku wasiat-amanatkan kepadamu terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka.Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat halus. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira, dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokongaku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku. PERJALANANKARIR SMASH 3 TAHUN baca deh blast bikin terharu.. COPAS : ARIISA KAKACHII KANAGAKI DAN TABLOID BINTANG . .. . . Awalnya pada tahun 2010 Lia Gustantri pemilik PT Primatama Starsignal Site De Rencontre Pour Mariage En Algerie. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Jika tak melihat status whatsapp beberapa teman saya, mungkin saya tak akan ingat jika hari ini adalah peringatan sumpah pemuda. Sebegitu apatiskah saya atau mungkin memang memori ingatan saya sudah mulai melupakan beberapa hal seiring bertambahnya yang juga bagian dari generasi muda seharusnya ikut bahu membahu dalam menjaga semangat sumpah pemuda itu. Atau minimal tak melupakan tanggal bersejarah tersebut. Karena tonggak sejarah kemerdekaan bangsa ini salah satunya diawali dari peristiwa sumpah pemuda 28 Oktober juga Makna Sumpah Pemuda, Anak Muda Berjiwa Patriotisme Peristiwa sumpah pemuda 92 tahun yang lalu bertekad menyatukan semangat sebagai tanah air, bangsa, dan berbahasa yang satu, Indonesia. Semangat itulah yang kemudian membawa kita pada kemerdekaan seperti yang kita rasakan sampai saat ini. Kemerdekaan yang mungkin akan sulit diraih jika bangsa ini belum bersatu. Gelora semangat sumpah pemuda tetap terjaga pada masa awal pasca kemerdekaan. Semua elemen saling bahu membahu mempertahankan kemerdekaan yang masih diusik oleh bangsa lain. Begitu juga di era modernisasi saat ini semangat sumpah pemuda seyogyanya harus tetap terpatri dalam sanubari semua penduduk negeri utamanya para generasi sebuah pertanyaan yang sempat terlintas dipikiran saya tentang respon generasi muda saat ini terkait pemaknaan sumpah pemuda. Jika dulu generasi muda bersumpah untuk bersatu dalam sebuah bingkai Indonesia demi sebuah kemerdekan, bagaimana sikap yang tepat generasi muda saat ini dalam memaknai sumpah pemuda?Bonus demografi yang terjadi saat ini menunjukkan jumlah usia muda produktif yang melimpah. Kondisi yang demikian selain membawa berkah juga pasti ada masalah yang membuntuti. Jika tidak dikelola dengan tepat masalah akan semakin bertambah karena tidak adanya kebijakan yang mengakomodir semua kebutuhan generasi muda. Baca juga Mata yang Tidak Lagi Sipit Setelah Sumpah Pemuda Dikumandangkan Akibatnya generasi muda akan semakin rapuh dan tentunya akan berdampak buruk bagi suksesi kepemimpinan masa depan. Mengapa demikian, karena seperti kata bijak, pemuda saat ini adalah pemimpin yang akan peringatan hari sumpah pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia. Keadaan geopolitik saat ini serta pandemi virus corona yang masih belum sirna menjadi tantangan bagi generasi penerus untuk tetap berada dijalan yang lurus, jalan yang diyakini akan membawa generasi muda pada puncak tertinggi suatu saat bagaimana kita harus memaknai sumpah pemuda di era saat ini? Berjanji pada diri sendiri untuk bersungguh-sungguh dalam setiap langkah kehidupan menurut saya adalah hal utama yang harus kita pegang. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya 28 Oktober 1928 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu para pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengadakan sebuah kongres yang menyatakan bahwa tanah air, bangsa, dan bahasanya adalah Indonesia. Peristiwa itu kemudian kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah salah satu momen heroik dan bersejarah bagi bangsa ini. Karena pada kongres tersebut juga lagu kebangsaan kita Indonesia Raya diperdengarkan untuk pertama kalinya oleh sang pencipta Wage Rudolf Supratman. Itu membuktikan bahwa para pemuda memiliki andil yang besar untuk membawa bangsa ini keluar dari belenggu penjajahan. Peran pemuda di masa lampau sungguh luar biasa. Namun samakah perjuangan pemuda pada masa lalu dengan sekarang? Jelas berbeda. Pada masa lalu pemuda-pemuda berjuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Mereka berjuang melalui berbagai cara baik itu cara yang persuasif maupun represif. Segala cara mereka lakukan untuk membawa Indonesia menuju ke pintu gerbang kemerdekaan. Oleh karena itu, golongan muda adalah golongan yang mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang saat itu terjadi kekosongan kekuasaan sebagai dampak dari kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Dan sekarang, kita tidak perlu lagi mengangkat senjata untuk melawan penjajahan, kita juga tidak perlu lagi merobek bendera biru pada bendera Belanda. Yang kita lakukan sekarang adalah mengisi kemerdekaan yang sudah mereka raih dengan susah payah pada masa lalu. Bung Karno pernah berkata bahwa perjuangannya lebih mudah karena melawan bangsa asing, sementara perjuangan kita akan lebih sulit karena akan melawan bangsa sendiri. Kata-kata Bung Karno seperti sebuah ramalan. Pada saat ini, kita menghadapi berbagai gerakan yang secara terstruktur, masif, dan sistematis ingin mengganti dasar negara Indonesia yang berpegang teguh pada Pancasila. Gerakan-gerakan yang mereka lakukan sudah semakin terang-terangan dan nyata ingin mengubah Pancasila. Dan pergerakan mereka sudah semakin terasa dimana mereka bertindak intoleran dan merasa sebagai raja. Kebebasan beragama mulai dikekang dimana banyak berita yang mengabarkan seperti pelarangan ibadah di Cilegon, pelarangan kebaktian kebangunan rohani KKR di Yogyakarta, sampai pembakaran rumah ibadah di Tanjung Balai dan Tolikara. Hal ini jelas merupakan mencederai sila pertama kita yang menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa dimana kebebasan beragama dijamin dan dipertegas dengan Undang-Undang. Tapi apa nyatanya? Hukum rimba justru berkuasa di negara hukum ini. Selain intoleransi yang kita hadapi sekarang adalah radikalisme yang bibit-bibitnya semakin berkembang saat ini. Sekarang mengkafirkan orang adalah hal yang lazim dilakukan. Bahkan saat Pilkada di daerah beberapa waktu lalu, seseorang yang berbeda pilihan politik dengan mayoritas dikatakan kafir, antek aseng, komunis, munafik. Bahkan jenazahnya diancam tidak akan dishalatkan. Hal ini jelas merupakan ancaman bagi negara kita yang menganut sistem demokrasi. Saya berpikir bahwa itulah tantangan kita sebagai pemuda penerus generasi bangsa. Sebagai pemuda kita harus tetap bersatu dan solid demi menjaga NKRI yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kita. Indonesia adalah negara majemuk yang kita harus sadari itu. Oleh karena itu, kita tetap bersatu. Sebagai pemuda, kita adalah generasi penerus, kitalah yang akan menjadi penerus bangsa ini untuk melanjutkan cita-citanya. Oleh karena itu, kita harus berpegang teguh pada Pancasila dan menanamkan dalam pikiran kita makna dari sila-sila tersebut. Dengan demikian peran kita sebagai generasi penerus bisa menjadi lebih baik. Pemuda, kita harus kritis dalam menyikapi segala sesuatu. Kita harus percaya bahwa Pancasila adalah yang terbaik bagi kita. Jangan mudah termakan doktrin-doktrin lain. Jangan mudah juga tergiring opini untuk hal yang negatif. Kita harus menjadi diri sendiri. Kita harus menjadi penguasa atas diri kita dan juga menjadi pemimpin bagi raga kita. Ingat isi dari Sumpah Pemuda kita semua berbangsa, berbahasa, serta bertanah air satu, Indonesia. Jangan khianati perjuangan para pahlawan dengan mengganti dasar negara Indonesia. Mari pemuda, tujuan sejati sudah menunggumu tetaplah pada pendirian semula. Lalu dimana artinya berjuang, tanpa sesuatu pengorbanan? Mari kita bersatu seperti dahulu, mari kita lihat dan kita akan menemukan keinginan luhur yang akan terjangkau semuanya. Bangkitlah pemuda Indonesia!! Hari ini 28/10 masyarakat Indonesia tengah memperingati salah satu momen penting sepanjang sejarah, yaitu Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda merupakan keputusan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada saat dari buku Makna Sumpah Pemuda oleh Sri Sudarmiyati, dijelaskan bahwa Sumpah Pemuda adalah keputusan yang dibuat oleh Kongres Pemuda kedua pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Keputusan tersebut menekankan cita-cita akan tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan juga bahasa Pemuda tidak hanya merepresentasikan perjuangan para pemuda, melainkan hasil perjuangan seluruh masyarakat Indonesia. Ikrar Sumpah pemuda merupakan bentuk semangat masyarakat untuk menegaskan impian berdirinya negara para pemuda masa kini, terutama pelajar, alangkah baiknya kalau momen ini digunakan untuk mengingat kembali perjuangan pemuda dan pelajar pada saat itu. Lantas, apa makna sumpah pemuda bagi para pelajar?Makna Sumpah Pemuda Bagi Pelajar Zaman SekarangPeristiwa Sumpah Pemuda masih relevan dengan kehidupan masa kini, terutama bagi pelajar. Mengutip buku Milenial Memaknai Sumpah Pemuda oleh Semuel S. Lusi, Ricky Arnold dan Roberto Duma, generasi muda zaman sekarang bisa mengimplementasikan wujud dari Sumpah Pemuda yang disesuaikan dengan konteks masa Pemuda membuktikan bahwa generasi muda bisa memberikan dampak signifikan dalam terbentuknya sebuah negara. Hal tersebut harus dijadikan dorongan untuk generasi muda saat ini untuk bekerja, berkarya, dan berjuang. Jika pemuda zaman dulu bisa, generasi muda sekarang juga pasti pelajar saat ini bisa menggunakan persatuan, persaudaraan, dan semangat golongan pemuda tahun 1928 untuk berkontribusi terhadap pembangunan negara. Selain itu, generasi muda juga harus berupaya untuk menjaga kemerdekaan yang dalam konteks modern yang dimaksud adalah kebebasan dari intoleransi dan konflik, serta menjaga persatuan dan persaudaraan bangsa. Nilai-nilai Sumpah Pemuda dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari seorang pelajar sebagai wujud sekarang masih banyak orang yang perilaku hidupnya menyimpang dari nilai-nilai Sumpah Pemuda. Penyimpangan tersebut diakibatkan oleh minimnya pengertian mengenai Sumpah Pemuda. Sebab, perilaku seorang Individu dipengaruhi oleh pengetahuan yang masyarakat Indonesia harus mensyukuri pemuda-pemuda yang membuat keputusan Sumpah Pemuda. Tanpa jasa mereka, mungkin Indonesia saat ini akan terlihat sangat berbeda. Jakarta - Sumpah Pemuda pertama kali dibacakan pada 28 Oktober 1928 atau tepatnya 88 tahun lalu. Meski begitu, isi Sumpah Pemuda masih dinilai relevan bagi generasi muda saat ini. "Menurut saya, tiga poin yang ada pada versi original sumpah pemuda 88 tahun yang lalu masih dan akan selalu relevan buat generasi muda Indonesia, kapanpun dan dimanapun mereka berada," ujar Samuel Leonardo Putra kepada detikcom, Jumat 28/10/2016.Baca Lulus Summa Cumlaude di Oxford, Samuel Putra Riset Soal Energi Terbarukan Samuel menilai dalam konteks kekinian, dimana 'boundary' antarnegara mulai menghilang, culture dan bahasa asing sangat mudah untuk masuk ke Indonesia. Hal ini juga menyebabkan para pemuda Indonesia mudah 'terkontaminasi' dan lupa akan jati diri kita yang sebenarnya, bahwa kita orang Indonesia. "Sumpah pemuda kita rayakan untuk mengingatkan kita generasi muda akan hal itu. Sebagai contoh, memiliki kemampuan berbahasa asing sangat baik, namun bahasa Indonesia tidak boleh kita lupakan dan harus selalu kita junjung tinggi sebagai bahasa persatuan kita orang Indonesia," tutur Pria yang lulus dengan nilai First Class plus predikat summa cumlaude dari Universitas Oxford ini. Baca Kata Samuel Putra Soal Rahasia Kuliah di Oxford, Kampus Nomor 1 DuniaAdapun perkembangan zaman dan teknologi yang ada saat ini, lanjut Samuel, harus dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. "Dengan tujuan mau berkontribusi bagi bangsa dan negara," senada juga disampaikan oleh Dewi Suryana 21. Wanita yang sukses lulus cumlaude di Nanyang Technological University NTU Singapura ini menilai Sumpah Pemuda mengingatkan akan jati dirinya yang sesungguhnya."Buat saya yang berkuliah di luar negeri, sumpah pemuda mengingatkan saya selalu akan jati diri saya yang sesungguhnya, bahwa saya orang Indonesia," Perjuangan Dewi Suryana, dari Keluarga Tak Mampu Raih Cumlaude di NTU Singapura Bagi Dewi, Indonesia adalah rumahnya. Di Indonesia lah tempat untuk berkontribusi dan mengabdikan hidupnya. "Sumpah Pemuda mengingatkan saya bahwa saya di sini Inggris hanya sementara, untuk mencari ilmu dan pengalaman. Suatu saat nanti saya akan pulang, dan mengabdi bagi tanah air Indonesia," Kini Bekerja di Singapura, Dewi Suryana Ingin Tolong Anak SenasibMengenai makna dan wujud Sumpah Pemuda dalam konteks kekinian, Dewi menuturkan sebagai anak muda dari berbagai daerah/suku dan dengan berbagai talenta adalah generasi yang tidak menyerah memperjuangkan cita-cita."Kita bangga bertumpah darah Indonesia, berbangsa dan berbahasa Indonesia," pungkasnya. ega/erd - Tepat di hari ini, seluruh masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini didasari oleh peristiwa di Kongres Pemuda II, pada 28 Oktober 1928 silam. Saat itu, para pemuda berkumpul dan berkomitmen untuk bersatu demi Indonesia. Seperti yang kita tahu, ada tiga hal yang dikrarkan, yaitu bertanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Nah, biasanya Sumpah Pemuda diperingati dengan cara mengikuti upacara di sekolah, pemerintah, atau instasi lainnya. Tapi selain itu, ada banyak loh kegiatan yang bisa dilakukan, terutama bagi kita kaum milenial yang mempunyai peranan penting sebagai penerus bangsa. Ini dia 5 hal yang bisa kita lakukan untuk memaknai Hari Sumpah Pemuda 1. Rajin Belajar & Berpestasi Para pemuda zaman dulu punya semangat yang tinggi untuk memajukan Indonesia. Hal itu lah yang harus ikut kita tanam di diri masing-masing. Nggak cuma itu, untuk membangun negeri dan bangsa ini pastinya dibutuhkan sumder daya manusia yang unggul. Nah, yang bisa kita lakukan salah satunya adalah dengan rajin belajar dan berprestasi. Berprestasi nggak harus secara akademik kok. Kita juga bisa berprestasi di bidang non-akademik selama itu bernilai positif. Sebelumnya, kita juga harus mengenail passion kita dulu nih. Sehingga, nantinya kita bisa berjuang sesuai dengan bidang yang memang dikuasai. Baca Juga Tempat-tempat Bersejarah yang Jadi Saksi Lahirnya Sumpah Pemuda 2. Menjungjung Toleransi Saling menghargai atau tolenrasi jelas menjadi salah satu poin bangsa ini bisa bersatu. Jadi, hal termudah yang bisa kita lakukan untuk memaknai Sumpah Pemuda adalah dengan menghilangkan sifat egois atau selalu merasa paling benar. Kita harus menyadari bahwa Indonesia berdiri dengan ragam suku, budaya, dan agama yang seharusnya bisa membuat kita lebih terbuka untuk membangun bangsa bersama-sama. 3. Kerja Bakti Nilai sosial yang bisa diambil dari Hari Sumpah Pemuda salah satunya adalah kerja bakti atau gotong royong. Yap, kegiatan yang satu ini pasti udah sering kita dengar. Memang sederhana, tapi hal ini lah yang dulu bisa memperkuat persatuan para pemuda. Kita bisa gotong royong melakukan hal yang positif bersama teman-teman kita. Bisa dimulai dari hal terkecil dulu misalnya, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah atau ikut kegiatan relawan membantu korban bencana. 4. Mengulas Sejarah & Belajar Budaya Hal lain yang bisa lakukan untuk memaknai Sumpah Pemuda adalah dengan mengulas kembali sejarah terdahu sambil belajar mengenai berbagai macam budaya Indonesia yang kaya. Dengan begitu, kita bisa terinspirasi oleh perjuangan para pemuda zaman dulu dan mengikuti perjuangannya. Baca Juga Bakar Semangat! 5 Lagu Indie Lokal Ini Cocok Didengerin Pas Sumpah Pemuda Ada banyak cara untuk kita bisa belajar soal sejarah, apalagi di zaman sekarang. Kita bisa browsing di Internet, menonton video-video perjuangan di YouTube, atau lebih baik lagi kalau kita mengunjungi Museum Sumpah Pemuda. Kita juga bisa baca buku-buku seperti buku karya Ayu Lestari berjudul "Menjadi Pemuda Harapan Bangsa" dan "PRISMA Gerakan Pemuda 1926-2011" oleh Tim Prisma. 5. Menjungjung Bahasa Indonesia Hari Sumpah Pemuda menjadi peristiwa yang penting bagi lahirnya bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa pemersatu bangsa. Nggak ada salahnya kita jago dalam berbahasa asing seperti Inggris, Jepang atau Korea. Justru,hal itu bagus untuk masa depan. Tapi, jangan sampai kita lupa dengan bahasa kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus menguasai bahasa Indonesia, berbahasa yang baik dan benar, dan pastinya bangga berbahasa Indonesia. Lubna Shafira/HAI PROMOTED CONTENT Video Pilihan

bagaimana seharusnya pemuda indonesia menyikapi sumpah pemuda pada saat ini